ARTICLE


Berbagai Macam Jenis OS Linux dan Kehebatan Masing-Masing

21 September 2020 by Marketing Cloudraya

Sebuah perangkat berupa komputer, laptop, maupun smartphone tidak akan bisa berjalan jika tidak didukung dengan adanya Operating System yang telah terpasang otomatis atau built-in di dalam perangkat tersebut. Sistem Operasi atau Operating System (OS) merupakan sebuah sistem software yang digunakan untuk menjalankan sistem komputer. OS ini ada bermacam-macam serta jenisnya tergantung pada penggunaan perangkat itu sendiri. Untuk komputer maupun laptop, biasanya menggunakan sistem operasi Windows maupun Linux, sedangkan sistem operasi untuk smartphone biasanya menggunakan OS berupa Android maupun iOS.

Dalam setiap perangkat komputer, tentu sudah umum kita menemui dan menggunakan OS sebagai ‘otak’ dari sistem operasional perangkat tersebut. Untuk menjaga keamanan perangkat yang Anda gunakan, sebaiknya memperhatikan salah satu faktor penting yaitu selalu mengupdate atau melakukan pembaruan OS dalam perangkat tersebut. Jangan pernah malas atau mungkin lupa untuk mengupdate software pada perangkat. Dalam setiap pembaruan software dan OS, tentu ada pembaruan anti-virus dan sistem keamanan lain. Sehingga dengan kata lain, sistem keamanan perangkat Anda juga akan ikut diperbarui. OS yang usang atau tidak pernah diupdate merupakan sasaran kejahatan cyber bagi para hacker, karena mereka akan mencari-cari dan menemukan celah kelemahan OS yang sudah usang tersebut untuk disusupi. Sebelum bergerak lebih jauh pada penjelasan berbagai macam atau jenis OS, mari terlebih dahulu kita bahas mengenai fungsi dari Operating System.  

Fungsi Operating System 

Operating System (OS) berfungsi mengatur dan mengontrol kerja hardware yang terdapat dalam perangkat atau sebuah komputer dan sekaligus menjalankan aplikasi atau software dalam sistem perangkat tersebut. Maka tanpa adanya OS, sebuah perangkat tidak akan dapat dijalankan program dan fungsinya. Simak beberapa fungsi utama dari OS berikut ini :

  1.  Menjalankan operasi perangkat komputer
    OS lah yang bertanggung jawab dalam menjalankan program maupun aplikasi dalam sebuah perangkat, serta menampilkannya pada user yang menggunakan perangkat tersebut.

  2. Storage untuk program dan aplikasi
    Penyimpanan data dari sebuah program sebenarnya berada pada sistem operasi itu sendiri. Jadi sebuah aplikasi telah diprogram sedemikian rupa sehingga tidak akan dapat berfungsi tanpa adanya OS. 

  3. Resource manager dalam program komputer
    OS berfungsi untuk mengatur kerja atau fungsi perangkat hardware dan software. Hal ini mencakup memori, CPU, harddisk, dan perangkat lain yang terhubung dengan fungsi pengoperasian software. 

  4. Mengoptimalkan fungsi perangkat komputer
    Pengoptimalan hardware dan software mencakup fungsi durasi CPU, waktu yang dibutuhkan untuk loading dan koneksi, serta fungsi pengambilan data yang tersimpan dalam memori internal perangkat. 

  5. Sebagai pelindung keamanan dari sebuah program
    OS dapat berfungsi mengatur akses user yang ingin mengakses perangkat maupun menjalankan suatu program dalam perangkat tersebut. Istilah lain dari fungsi ini adalah Gate Keeper. Dalam fungsi ini, OS juga dapat mengawasi apa saja yang dilakukan user ketika menjalankan sebuah program dalam perangkat. OS juga dapat melindungi file yang ada dalam perangkat.

  6. Koordinator bagi kerja perangkat komputer
    OS dapat berfungsi dalam menyusun program-program kompleks dalam perangkat serta mengubahnya menjadi lebih sederhana dan berurutan. OS dapat membantu mempermudah sebuah aplikasi agar dapat berjalan lebih efisien dan dinamis. 

  7. Membuat tampilan / user interface pada sebuah perangkat
    OS berfungsi menyederhanakan aplikasi dengan cara menerjemahkan bahasa pemrograman yang rumit, kemudian menampilkannya di perangkat dengan tampilan yang user friendly atau mudah dioperasikan oleh user. Tampilan ini dapat berupa teks, graphic, dan lain sebagainya. 

Setelah melihat beberapa fungsi dan manfaat dari OS, mari kita bahas jenis-jenis OS yang ada. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai jenis-jenis OS Linux beserta masing-masing keunggulannya. Mari kita simak dalam penjelasan berikut ini. 

Apa itu Linux?
Linux merupakan sebuah Sistem Operasi berbasis UNIX. OS Linux merupakan hasil pengembangan Freeware dan Open Source. Berbeda dengan Windows, Linux kebanyakan berupa software open source atau gratis, dan memungkinkan penggunanya untuk melakukan modifikasi sumber kode, sehingga dapat digunakan dan didistribusikan kembali ke sesama pengguna Linux dan umum secara bebas. OS Linux memiliki beragam jenis distro seperti Debian, Redhat, centOS, Ubuntu, dan lain sebagainya . OS Linux banyak digunakan programmer dan developer yang telah ahli untuk membuat dan mengembangkan aplikasinya dengan mudah. Hal ini dikarenakan OS Linux sedikit lebih sulit dalam pengoperasian, konfigurasi, dan penggunaan aplikasi-aplikasinya jika dibandingkan dengan Windows yang lebih user friendly.

Kelebihan OS Linux
Untuk penjelasan lebih mengenai keunggulan dan dari masing-masing jenis OS Linux, simak dalam penjelasan berikut ini. Linux sebagai OS yang bersifat open source memiliki beberapa kelebihan antara lain memiliki lisensi yang gratis, minim crash karena menggunakan kode 32 bit, memiliki tingkat keamanan yang tinggi, memiliki tampilan interface yang menarik, cocok untuk dijadikan komputer server, admin, dan personal, lebih ringan saat dijalankan, serta memiliki kode sumber Linux yang dapat dimodifikasi. Namun selain beberapa kelebihan tersebut, OS Linux juga memiliki beberapa kekurangan antara lain memiliki dukungan software yang kurang lengkap karena tidak kompatibel dengan OS Linux,  proses instalasi dan konfigurasi yang lebih rumit, serta membutuhkan keahlian tim IT yang lebih khusus dan spesifik untuk menangani troubleshooting yang mungkin bisa terjadi. 

Jenis-Jenis OS Linux dan Masing-Masing Keunggulannya

Macam-macam jenis OS Linux biasa disebut sebagai Distro Linux, yaitu sistem operasi yang dikembangkan menggunakan kernel Linux. Beberapa jenis OS Linux antara lain adalah :

  1. Debian Linux
    Debian Linux dirilis pada tahun 1999, dan sangat cocok digunakan untuk komputer server maupun komputer admin. Hal ini dikarenakan sistem operasi Debian Linux memiliki kestabilan program. Debian Linux adalah OS cross platform yang dapat dijalankan pada hampir semua perangkat/jenis komputer. Debian Linux adalah free software hasil pengembangan berbagai sukarelawan programmer di seluruh dunia. Selain stabil, Debian Linux juga memiliki pemeliharaan berbasis program APT yang canggih, serta hanya memerlukan reboot pada saat penggantian kernel, gangguan listrik, maupun penggantian hardware. 

  2. Redhat Linux
    Redhat Linux dikembangkan oleh perusahaan bernama Red Hat Inc dan merupakan OS pertama yang menggunakan sistem RPM Package Manager. Redhat Linux merupakan OS yang memiliki keunggulan mudah dalam proses instalasinya. OS Redhat Linux didesain sedemikian rupa agar mudah diinstall oleh para penggunanya. Kelebihan lainnya adalah user dapat mengubah alamat IP menjadi domain pada web, domain dapat digunakan sebagai virtual host, serta domain lebih mudah diingat jika dibandingkan dengan no IP Address. Redhat Linux mampu memberikan keunggulan seperti kemudahan, tampilan grafis dalam mode tampilannya, serta instalasi dan pemakaian yang mudah. 

  3. CentOS Linux
    CentOS Linux pertama dirilis pada tahun 2004, dan merupakan OS dengan kepanjangan dari Community Enterprise Operating System. CentOS Linux merupakan OS yang dibangun dengan Linux Framework yang didasarkan pada Redhat Enterprise Linux (RHEL). CentOS merupakan salah satu OS terbesar dan terpopuler di kalangan pengguna Linux. CentOS Linux dapat digunakan dan dikembangkan dengan gratis serta sangat cocok digunakan oleh programmer pemula. CentOS memiliki keunggulan sangat kompatibel dengan Redhat dan RHEL sehingga driver RHEL juga dapat digunakan pada CentOS, OS Freeware yang handal untuk enterprise, serta OS yang didukung resmi oleh cPanel.

  4. Ubuntu Linux
    Ubuntu merupakan proyek OS yang dikembangkan dan disponsori oleh perusahaan Afrika bernama Canonical Ltd dan dirilis pada tahun 2004. Ubuntu bisa diartikan sebagai ‘rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia’. Ubuntu adalah OS turunan dari Debian, dan saat ini tengah merajai trend penggunaan OS Linux di kalangan developer. Ubuntu secara rutin melakukan pembaruan dan update versi setiap 6 bulan sekali. Aspek yang diperbarui antara lain sistem, keamanan, dan kesalahan/bug. Ubuntu memiliki beberapa keunggulan yaitu bersifat open source dan gratis untuk digunakan, tidak membutuhkan spesifikasi perangkat yang tinggi untuk instalasi dan pengoperasiannya, serta dapat dimodifikasi dan didistribusikan sesuai kebutuhan user. 

  5. Slackware Linux
    Slackware merupakan OS versi terlama namun saat ini masih tetap digunakan dan dikelola. Slackware merupakan OS yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Beberapa kelebihan Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, pembuatan paket Slackware yang sederhana, termasuk OS Distro yang yang cryptic dan manual bagi pengguna Linux, menggunakan pendekatan gaya UNIX yang sederhana, stabil, mudah di custom

  6. SuSE Linux
    SuSE Linux merupakan OS yang dikembangkan oleh OpenSuSE Project. SuSE Linux memiliki ciri khas yaitu stabil dan user friendly. SuSE dikenal sebagai OS yang memiliki tampilan desain yang baik dan mudah dan dalam pengaturannya. Salah satu keunggulan dari OS SuSE adalah dapat menggunakan pilihan Bahasa Indonesia dalam opsi pengaturan bahasanya, sehingga tentu dapat lebih mudah dipahami dan dioperasikan. Kelebihan lain dari SuSE ini adalah memiliki software yang lengkap, selalu mengalami perkembangan dari versi awalnya, sangat stabil dan peka dalam mendeteksi hardware, harga terjangkau dan bahkan ada yang gratis, aman dari virus, serta update sistem yang mudah.

  7. Linux Mint
    OS Linux Mint menggunakan basis OS Debian dan Ubuntu, jadi aplikasi yang dapat berjalan pada Ubuntu, secara otomatis juga dapat dijalankan pada Linux Mint. Beberapa keunggulan Linux Mint antara lain penggunaannya yang ringan, dilengkapi pencarian dan aplikasi favorit, telah terintegrasi dengan codec multimedia yang terintegrasi dengan Java Runtime, memiliki tampilan desktop yang sederhana, manajemen yang mudah dipelajari, serta dapat dijalankan dengan USB Flash Drive yang menggunakan UNETbooting sistem operasi windows. Linux Mint memiliki dua tipe yaitu MATE dan CINNAMON. 

  8. Fedora Linux
    Fedora atau Fedora Core (versi sebelumnya) / Fedora Linux adalah OS berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project dan disponsori oleh Red Hat. Beberapa kelebihan Fedora Linux adalah memiliki banyak fitur, mempunyai tampilan desktop yang menarik, populer di Amerika serta digunakan hampir 50% pengguna Linux, memiliki fitur keamanan yang canggih seperti  SElinux (Security Enhanced Linux), tidak mudah terkena virus karena memiliki sistem Security, Audit dan Intrusion-Detection Sectool, PackageKit-Framework, memiliki banyak platform dan aplikasi seperti ‘Glitch-Free’ untuk PulseAudio, serta memiliki libreoffice yang cocok digunakan di perkantoran. 

  9. Caldera Linux
    Caldera Linux merupakan project OS Linux yang dibuat oleh System Caldera (dulu) dan sekarang bernama SCO group. Caldera merupakan LInux yang pertama menggunakan Auto-Detect Hardware seperti plug and play pada Mac. Caldera dirancang dengan tampilan grafis secara keseluruhan, yaitu sejak setting hardware, semua dilakukan melalui tampilan grafis. Caldera memiliki keunggulan antara lain memiliki Caldera Open Administration System (COAS) yaitu alat administrasi sistem berbasis gui, dapat bekerja dengan baik dalam setup Linux maupun Windows dual-booting, lebih berfokus ke kebutuhan corporate, lebih selektif dalam memilih daftar software yang disertakan, serta menyediakan wizard untuk konfigurasi dan pemasangan. Caldera memiliki tampilan grafis yang menarik dan tidak membosankan, Caldera juga memiliki fitur game selama user menunggu proses instalasi selesai, unik bukan?

  10. Mandriva Linux
    Mandriva Linux (dulu dikenal dengan Mandrake) merupakan OS yang dibuat oleh Mandriva pada tahun 1998 dengan menggunakan RPM Package Manager. Mandriva cocok digunakan untuk client yang mengutamakan kehandalan. Mandriva dimaksudkan untuk mempermudah penggunanya dalam melakukan instalasi serta penggunaan OS Linux. Mandriva mengutamakan kemudahan instalasi berbasis GUI. Kelebihan lainnya adalah, Mandriva mendukung lebih dari 68 bahasa, proses kontrol, instalasi, dan administrasi yang mudah, serta memiliki berbagai software termasuk permainan, software yang mendukung kebutuhan perkantoran, server, utilitas internet, serta server. 

Ulasan di atas merupakan penjelasan dari beberapa jenis OS Linux yangs ering digunakan oleh developer dan pengguna Linux. Sesuaikan kebutuhan Anda dengan keunggulan Linux yang dimiliki oleh beberapa jenis OS Linux tersebut. Pilih yang paling sesuai dan paling membantu pekerjaan Anda. Untuk mendukung keamanan serta kelancaran operasional IT perusahaan Anda, Cloud Raya dapat mendukung dengan menghadirkan layanan server dan hosting yang aman dan terpercaya. 

Cloud Raya juga dapat menyediakan OS yang sesuai untuk menunjang kebutuhan bisnis Anda, seperti Windows dan Linux dengan berbagai pilihan aplikasi dan fitur. Tentunya layanan ini didukung layanan managed service oleh tim IT profesional selama 24/7. Konsultasikan kebutuhan Anda dan hubungi kami. Buka website www.cloudraya.com dan dapatkan informasi dan penjelasan lebih lengkap mengenai layanan Cloud Raya.

Ready to Make Something Big?

Deploy in Cloud Raya