Kubernetes VS Mesos: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Kubernetes vs Mesos

Dalam dunia teknologi kontainerisasi, Kubernetes VS Mesos sering kali jadi perbincangan di kalangan komunitas IT. Meskipun Kubernetes sudah mendominasi pasar dan komunitas, Apache Mesos jadi alternatif bagi pengguna teknologi kontainerisasi. 

Bagi seorang programmer yang baru saja terjun ke ranah kontainerisasi sering kali bingung memutuskan pakai Kubernetes atau kontainerisasi lainnya.  

Di artikel ini akan dibahas perbandingan antara Kubernetes dan Mesos, sebagai bahan pertimbangan Anda yang kesulitan memutuskan. 

Namun, sebelum berbicara lebih jauh mengenai mana yang lebih menguntungkan antara Kubernetes VS Mesos, ada baiknya kita mengenali apa itu Kubernetes dan Mesos terlebih dahulu. 

Mengenal Kubernetes 

Kubernetes merupakan platform kontainerisasi orkestrasi yang bersifat open-source. Kubernetes melakukan deployment dan manajemen aplikasi yang terkontainerisasi di dalam pods, yang tersebar lintas cluster server. 

Kubernetes awalnya merupakan project internal Google yang bernama Borg. Pada saat itu Kubernetes belum menjadi platform open-source. Baru pada tahun 2015, Kubernetes menjadi platform open-source. 

Berkat open-source-nya ini, komunitas Kubernetes berkembang pesat dan mampu bersaing dengan platform serupa seperti Docker dan Mesos.  

Mengenal Mesos 

Mesos atau bisa disebut Apache Mesos adalah platform sistem management open-source yang didesain untuk melakukan manajemen cluster server. Singkatnya, Apache Mesos memiliki fungsi yang mirip dengan Kubernetes, menjadikannya salah satu solusi alternatif yang paling diminati. 

Apache Mesos pertama dibuat pada 2009 sebagai research project University of California, Berkeley. Kemudian, Mesos menjadi proyek incubator dari Apache pada 2013 dan telah menjadi platform open-source.  

Apa Perbedaan Kubernetes vs Mesos? 

Setelah mengenal Kubernetes dan Mesos, saatnya kita membahas apa yang membedakan dari kedua platform ini dari beberapa sisi yang berbeda. Dengan begitu, Anda bisa mempunyai pengertian lebih baik dari keduanya, untuk memudahkan Anda dalam memilih. 

Cara Mendefinisikan Workload 

Kubernetes maupun Mesos sama-sama menggunakan kode JSON dan YAML. Namun, keduanya memiliki cara pendekatan yang berbeda dalam mendefinisikan workload. 

Kubernetes menggunakan pendekatan deklaratif yang mana menggunakan objek terpisah seperti Pods, Services, Deployments, dan StatefulSets. Sedangkan, Mesos menggunakan model framework terpisah dengan pendekatan yang lebih imperiatif. 

Pilihan antara keduanya bergantung pada preferensi dan kebutuhan spesifik aplikasi serta keinginan untuk fleksibilitas dalam definisi beban kerja. 

Tipe Workload 

Kubernetes sangat cocok untuk mengelola layanan mikro dan mendukung aplikasi stateless dan stateful. Kubernetes juga memiliki dukungan bawaan, pengontrol replikasi, dan banyak lagi, sehingga memudahkan penerapan dan pengelolaan aplikasi dalam container. 

Sedangkan, Mesos lebih untuk tujuan yang general. Mesos bisa menangani berbagai macam workload seperti pemrosesan batch, layanan yang berjalan lama, dan kerangka pemrosesan data. Meskipun Mesos dapat menjalankan container beban kerja non-container, namun Mesos tetap diperuntukkan untuk tujuan dan workload yang general dan tidak membutuhkan kontainerisasi sebagai spesifikasi. 

Ekosistem dan Integrasinya 

Kubernetes memiliki ekosistem yang besar dan aktif, dengan beragam alat dan integrasi. Kubernetes mendukung berbagai runtime container, termasuk Docker dan containerd, dan telah menjadi standar de facto untuk orkestrasi container. 

Di sisi lain, Mesos memiliki arsitektur modular yang memungkinkannya berintegrasi dengan kerangka kerja yang berbeda. Artinya, Mesos mendukung container Docker, namun ekosistemnya mungkin tidak seluas atau terstandarisasi seperti Kubernetes. 

Level Abstraksi 

Kubernetes mengabstraksi sebagian besar infrastruktur yang mendasarinya dan menyediakan API tingkat tinggi untuk menerapkan dan mengelola aplikasi dalam kontainer. Oleh sebabnya, Kubernetes dikenal dengan konfigurasi deklaratif dan ekosistem alatnya yang luas. 

Sedangkan, Mesos beroperasi pada tingkat abstraksi yang sedikit lebih rendah. Hal ini memberikan pengguna dalam alokasi dan penjadwalan sumber daya, pengguna perlu membangun, atau menggunakan kerangka kerja tambahan (seperti Marathon untuk layanan yang berjalan lama) untuk abstraksi tingkat yang lebih tinggi. 

Siapa yang Perlu Menggunakan Kubernetes atau Mesos? 

Dari beberapa perbedaan yang disebutkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Kubernetes cocok digunakan oleh organisasi yang fokus pada orkestrasi kontainer dan manajemen aplikasi berbasis mikroservis dengan dukungan yang kuat untuk stateful dan stateless workloads. Kubernetes menonjolkan ekosistemnya yang luas, menyediakan banyak alat, dan integrasi yang mendukung pengembangan dan operasionalisasi aplikasi dalam skala besar. 

Di lain sisi, Mesos lebih sesuai untuk lingkungan yang memiliki kebutuhan beragam, termasuk penanganan berbagai jenis workload seperti batch processing dan servis yang berjalan lama. 

Kesimpulan 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Kubernetes maupun Mesos memiliki fokus dan kelebihannya masing-masing. Untuk mendapatkan yang lebih menguntungkan, ada baiknya Anda memutuskan menggunakan Kubernetes atau Mesos berdasarkan kebutuhan organisasi Anda. 

Jika Anda memutuskan menggunakan Kubernetes, ada baiknya Anda memilih penyedia layanan Kubernetes as a Service terpercaya seperti KubeRaya dari CloudRaya. KubeRaya menyediakan layanan yang simpel, cepat, dan layanan support 24/7. Jika tertarik, silakan menguhungi kami melalui live chat, atau langsung registrasi ke panel CloudRaya. 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

Ready, Set, Cloud

Ready, Set, Cloud