ARTICLE
Tantangan Umum yang Dihadapi dalam Cloud Management

Tantangan Umum yang Dihadapi dalam Cloud Management

4 Desember 2020 by Marketing Cloudraya

Tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management tidak lepas dari manajemen pengelolaan dan pemanfaatan teknologi di berbagai aspek kehidupan. Manajemen ini sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan komputasi awan kepada semua pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Lingkungan teknologi awan berkaitan dengan penyimpanan data, jaringan dan operasi pusat data. Data merupakan file penting dan bersifat private, sehingga harus dijaga dengan baik dan aman. Oleh karena itu, teknologi awan menjadi alternatif paling tepat untuk menyimpan data perusahaan ataupun instansi.

Manajemen awan membutuhkan perangkat lunak sebagai alat bantu untuk membuat sumber daya komputasi virtual. Tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management adalah arus globalisasi pesat. Hal ini akan membuat gagasan atau inovasi terbaru dan lebih canggih, sehingga menjadi pesaing bagi komputasi awan di kemudian hari.

Kategori Penyediaan Cloud Dasar

Dalam sebuah komputasi awan, ada tiga kategori penyediaan cloud dasar, yaitu:

  1. Penyediaan Pengguna

Penyediaan pengguna merupakan penyediaan cloud yang dilakukan oleh Anda sendiri sebagai pelanggan. Anda bisa membeli layanan secara langsung, baik secara online melalui formulir web atau antarmuka konsol. Anda juga membayar transaksi sendiri setiap melakukan pembelian tersebut.

2. Penyediaan Lanjutan

Jika Anda sebelumnya telah mengontrak jumlah sumber daya yang akan digunakan sebelum layanan, maka dikenal dengan penyediaan lanjutan. Biaya yang dikeluarkan dalam setiap bukan dengan biaya tetap atau bulanan.

3. Penyediaan Dinamis

Kategori dinamis mengalokasikan sumber daya pada saat pelanggan membutuhkannya. Jika sudah tidak dibutuhkan lagi, maka akan dinonaktifkan oleh penyedia. Anda sebagai pelanggan akan ditagih atas biaya penggunaan sumber daya tersebut.

Tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management tidak lepas dari peran pengguna atau pelanggan. Jika pelanggan mengerti dan mematuhi ketentuan yang berlaku, manajemen awan akan berjalan lancar. Begitu juga dengan pihak penyedia harus memberikan sumber daya yang dibutuhkan dengan maksimal.

Tantangan dalam Lingkungan Private Cloud

Dalam mengelola cloud pribadi membutuhkan portal layanan mandiri untuk menangani keamanan, penagihan, pelacakan dan alokasi sumber daya. Manajemen awan sendiri membutuhkan konsistensi ekstra, karena tidak ada pihak lain terlibat. Alat manajemen Private ini cenderung digerakan oleh layanan, bukan dari sumber daya.

Dalam lingkungannya yang pribadi biasanya sudah tervirtualisasi dengan baik dan diatur dalam hal beban kerja portabel. Hal ini menjadi karakteristik komputasi awan privat dalam teknologi komputasi awan yang sedang tren saat ini. Popularitas teknologi ini semakin tinggi, sehingga tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management juga meningkat.

Komputasi awan tidak hanya menghadapi tantangan saat ini, namun ada tantang di masa depan yang lebih berat. Banyak hal harus disiapkan oleh perusahaan atau instansi sebelum memutuskan menggunakan sistem komputasi awan. Namun, kelebihan sistem komputasi ini memang sangat besar terutama dalam pengelolaan perusahaan.

Tantangan Cloud dari Segi Finansial

Tantangan dalam teknologi ini tidak lepas dari finansial atau biaya. Teknologi komoputasi awan harus mampu membantu perusahaan untuk lebih efisien dan efektif. Selain itu, sistem ini juga harus mampu menyediakan sistem berbasis komputer untuk mengurangi managing infrastruktur perusahaan.

Komputasi awan memiliki keunggulan lebih hemat dan murah dibandingkan teknologi lain. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi perusahaan untuk mengelola manajemen awan. Tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management dari sisi biaya ini bisa diatasi dengan pengelolaan baik, konsisten, dan berlaka.

Dalam lingkungan komputasi, jaringan atau sumber daya penyimpanan data dikelola pada domain tertentu. Untuk menentukan strategi manajemen khususnya untuk menekan biaya adalah prioritaskan sesuatu yang harus dikelola dan metode yang digunakannya.

Strategi manajemen bisa dilakukan dengan kontrol akses menggunakan Single Sing On, sehingga pengguna bisa langsung masuk ke semua sistem dengan cepat. Jika menggunakan manajemen lama, konsep seharusnya masih berdasar pada hubungan sistem khusus dengan konstruksi arsitekturnya.

Dalam menajemen lama, sifat dinamis dari komputasi awan membutuhkan alat pemantauan atau manajemen yang sesuai dan dapat disesuaikan. Untuk mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan, Anda bisa memilih manajemen awan sesuai kebutuhan dan sesuai dengan perusahaan. Pilih manajemen awan yang tepat dan membuat perusahaan lebih terorganisir.

Tantangan Cloud dalam Segi Manajemen

Selain finansial, tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management adalah pengelolaannya atau manajemen. Perusahaan yang menggunakan sistem ini tidak memiliki peralatan sendiri untuk menghosting komputasi awan. Hal ini dikarenakan pelanggan tidak memiliki vasibilitas atau kendala penuh atas pengelolaannya.

Untuk melakukan manajemen awan yang baik, pengguna layanan Public Cloud harus menggunakan parameter spesifik agar bisa bekerja dengan komponennya. Pengguna juga harus berintegrasi dengan arsitektur yang mencakup pengikatan API Cloud untuk mengkonfigurasi alamat IP, firewall, subnet dan layanan data.

Managemen awan sangat penting dalam mengelola sistem agar tetap bisa dinikmati manfaatnya. Perusahaan juga harus memperhatikan simplicity untuk meningkatkan kinerjanya agar lebih optimal. Dengan teknologi tersebut, diharapkan akan menambah eksistensi perusahaan dalam persaingan bisnis nasional maupun internasional.

Tantangan Cloud dalam Segi Manajemen Kapasitas

Tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management selanjutnya adalah manajemen kapasitas. Manajemen ini merupakan tantangan bagi Public maupun Private Cloud, karena pengguna memiliki kemampuan untuk menerapkan aplikasi atau program menggunakan layanan mandiri.

Aplikasi yang muncul dan mengonsumsi sumber daya jumlahnya tidak ada diprediksikan, dan bisa menghilang kapan saja. Alternatif paling tepat adalah dengan membuat profil aplikasi dengan baik. Dengan cara tersebut, pemanfaatan sumber daya bisa berubah sesuai pola aplikasi agar dapat diskalakan secara dinamis.

Manajemen kapasitas baik dan teratur dapat membuat sumber daya tersedia sesuai dengan harapan. Hal ini sangat penting untuk memenuhi permintaan terus meningkat dari pengguna sesuai aplikasi atau program yang diinginkan. Sumber daya cepat membuat komputasi awan bekerja secara maksimal dan memberikan manfaat optimal.

Tantangan Cloud dalam Segi Tagihan Balik

Tagihan balik merupakan tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management. Cloud publik maupun pribadi harus menentukan harga penggunaan sumber daya secara terperinci dan detail. Dalam Public ini sendiri ada tantangan Charge Back dan merupakan tantangan untuk penyedia layanan Cloud.

Penyedia harus memberikan harga layanan secara tetap dan kompetitif untuk menagih kembali dan menilai biaya sumber daya aktual. Hal ini bertujuan agar tidak ada sumber daya  tumpang tindih di sebuah perusahaan atau organisasi, salah satunya tenaga listrik.

Tantangan ini terletak pada bagaimana perusahaan mengalokasikan sumber daya aktual. Anggaran berlebihan dapat menyebab risiko tinggi agar dapat mencapai efisien operasional terbesar. Cloud Hybrid menggabungkan layanan publik dan pribadi Cloud dengan menghadirkan tantangan manajemen tersendiri.

Dalam Cloud Hybrid, mengelola arus informasi adalah tantangan signifikan. Cloud lokal harus tetap berbagi informasi di luar lokasi dan informasi akan terus berubah. Tantangan umum yang dihadapi dalam Cloud Management biasanya perpaduan kompleks antara izin, batasan dan kebijakan yang harus dikelola secara konsisten dalam Private atau Public Cloud.

Ready to Make Something Big?

Deploy in Cloud Raya