Apa kamu pernah gagal terus saat akses website dari laptop, tapi berhasil ketika pakai ponsel? Bisa jadi itu tanda kalau kamu perlu melakukan flush DNS!
Tapi, apa sih flush DNS itu? dan gimana cara melakukannya?
Lewat artikel ini kamu bisa cari tahu apa itu flush DNS dan gimana langkah mudahnya melakukan flush DNS menggunakan command yang benar.
Agar yakin kamu paham betul, coba kita bahas dari pengertian DNS dulu.
Apa itu DNS

Freepik.com
Semua situs website, termasuk yang sering kamu akses punya alamat IP. Alamat IP ini seperti nomor telepon yang berupa numerik. Mudahnya, alamat IP numerik ini adalah bahasa yang dipahami dan digunakan komputer untuk memanggil website yang ingin kita akses.
Kalau kamu sadar, kita gak pernah mengakses website pakai numerik. Nah, itu karena ada DNS yang membantu kita.
DNS atau Domain Name System adalah sebuah sistem yang menerjemahkan nama domain seperti cloudraya.com, menjadi alamat numerik yang bisa dikenali komputer. Contoh alamat IP numerik yang dimaksud seperti 192.168.1.1.
Dengan begitu, kamu gak perlu menghafalkan nomor-nomor yang susah dihafal itu agar bisa mengakses sebuah situs website.
Nah, karena perannya sebagai ‘penerjemah’ ini sangat penting, DNS selalu dimiliki oleh setiap website.
Hanya saja, terkadang DNS bisa bermasalah dengan meninggalkan cache yang sudah tidak relevan di komputer. Di sini lah perlunya melakukan flush DNS.
Baca juga: Apa Itu DNS? Pahami Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya
Kenapa kamu butuh Flush DNS ?
Selain membantu menerjemahkan alamat IP, DNS juga bekerja dengan meninggalkan cache atau data pada komputer pengakses untuk disimpan.
Tujuannya adalah agar waktu load akses selanjutnya jadi lebih cepat dan ringan. Sehingga meningkatkan efisiensi waktu dan penggunaan data transfer.
Meskipun menguntungkan baik bagi pemilik website atau pun pengakses, hal ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Website bisa jadi tidak dapat diakses oleh pengguna yang sebelumnya pernah mengakses website tersebut.
Jika sudah begitu kedua belah pihak bisa rugi! Pengguna jadi kesulitan akses website yang sangat diperlukannya, dan pemilik website bisa merugi karena kehilangan trafficnya.
Menurut data yang dipublikasikan oleh konferensi USENIX, ada 3,5% kasus permintaan DNS gagal. Artinya, alamat IP yang tepat tidak berhasil ditemukan dan menyebabkan situs tidak bisa dibuka atau koneksi web jadi bermasalah.
Hal ini terjadi karena data yang sebelumnya tersimpan sebagai alamat website tersebut berubah dan jadi tidak lagi relevan, sehingga menghambat akses website.
Oleh karena itu kita sebagai pengguna internet perlu sering-sering membersihkan cache data supaya hal seperti ini tidak terjadi. Kegiatan membersihkan cache ini lah yang disebut flush DNS.
Cara Kerja Flush DNS

Freepik.com
Ketika melakukan flush DNS artinya kamu sedang menghapus data atau cache DNS yang tersimpan di perangkatmu.
Setelah dibersihkan, kamu bisa akses website seperti biasa. Komputer kamu akan meminta data DNS baru langsung dari server, bukan dari cache lama.
Dengan begitu, data di komputer kamu akan diperbarui dan tersimpan sebagai cache baru. Akses website jadi lebih lancar dan cepat, kecuali jika website mengganti domainnya lagi kedepannya.
Apakah flush DNS mempengaruhi kecepatan jaringan internet? Tidak ya. Flush DNS tidak bekerja dengan mengubah pengaturan jaringan. FLush DNS hanya membersihkan data sementara yang tersimpan di komputer, agar koneksi jadi lebih akurat dan lancar.
Kabar baiknya, flush DNS ini bisa dilakukan dari perangkat mana saja dan dari berbagai OS. Yuk, simak caranya!
Cara Flush DNS di Windows
Flush DNS sangat bisa dan umum dilakukan pada perangkat dengan OS Windows. Berikut langkah-langkah flush DNS pada perangkat dengan OS Windows:
1. Tekan Windows + R, ketik cmd, lalu tekan Enter.
2. Di Command Prompt, ketik perintah berikut:
bash CopyEdit ipconfig /flushdns
3. Tekan Enter. Jika berhasil, kamu akan melihat pesan:
nginx CopyEdit Successfully flushed the DNS Resolver Cache.
Kalau sudah begitu, berarti cache DNS kamu sudah dibersihkan.
Prompt Cara Flush DNS Linux
Untuk Perintah flush DNS di Linux ini sedikit berbeda. Ada beberapa cara berbeda yang dilakukan berdasarkan distribusinya.
Berikut adalah beberapa perintah umum yang dilakukan pada perangkat berbasis OS Linux:
- Untuk sistem dengan systemd-resolved:
bash CopyEdit sudo systemd-resolve --flush-caches
- Untuk Ubuntu dengan dnsmasq:
bash CopyEdit sudo /etc/init.d/dnsmasq restart
- Untuk BIND:
bash CopyEdit sudo rndc flush
Setelah menjalankan perintah, kamu bisa cek apakah cache telah dibersihkan (jika tersedia log atau tools pemantauan).
Cara Flush MacOS
Untuk macOS, langkahnya juga cukup sederhana, namun tergantung pada versi OS:
- MacOS Monterey dan Big Sur:
bash CopyEdit sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponder
- MacOS Catalina dan Mojave:
bash CopyEdit sudo killall -HUP mDNSResponder
Setelah mengetik perintah di Terminal dan menekan Enter, cache DNS akan dibersihkan. Kamu tidak akan mendapat pesan ‘sukses’ tapi jangan khawatir, proses tetap berjalan.
Baca juga : Penyedia VPS mikrotik di Indonesia
Kesimpulan
Nah, dari artikel ini kamu sudah tahu kalau DNS bekerja dengan menyimpan data atau cache. Yang mana karena itu juga, sering terjadi kendala dalam akses website jika website tersebut berganti domain.
Semoga dengan adanya artikel ini kamu udah gak bingung lagi kalau kesulitan akses website, ya. Kamu bisa langsung praktikkan cara flush DNS sesuai petunjuk di atas!




