Kalau kamu mempertimbangkan solusi auto scaling di Kubernetes untuk aplikasimu, maka keputusanmu sudah tepat!
Kubernetes adalah platform orkestrasi kontainerisasi yang sangat populer di kalangan developer dan perusahaan. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Portworx, pada tahun 2024 tercatat 58% organisasi berencana melakukan migrasi ke Kubernetes.
Kenapa Kubernetes banyak diminati? Selain karena sifatnya yang open-source, auto scaling di Kubernetes sering kali jadi dealmaker bagi para developer.
Auto scaling yang merupakan proses penyesuaian sumber daya komputasi suatu aplikasi secara otomatis, memudahkanmu mengelola dan mengoptimalkan aplikasimu.
Tanpa fitur auto scaling, kamu perlu scaling secara manual. Artinya, lebih banyak energi dan waktu yang kamu perlukan.
Kalau aplikasimu tidak memiliki traffic terlalu tinggi, mungkin kamu masih bisa scaling manual. Tapi, kalau traffic aplikasimu sangat tinggi dan berkemungkinan memiliki lonjakan traffic, auto scaling manual tidak lagi disarankan.
Karena, kalau kamu terlambat menambah sumber daya sebentar saja, aplikasi kamu bisa jadi lambat bahkan mengalami downtime. Bayangkan kerugian yang kamu terima dari sana.
Nah, ada 4 macam auto scaling di Kubernetes, nih. Solusi yang cukup lengkap bagi kamu atau developer lain yang butuh opsi menyesuaikan fitur auto scaling dengan kebutuhan aplikasi. Fitur auto scaling di Kubernetes menawarkan pilihan auto scale di tingkat pod dan node.
Apa saja fitur auto scaling di Kubernetes? Apa saja perbedaannya?
Sebelum membahasnya, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud fitur auto scaling di Kubernetes.
Apa yang Dimaksud Auto Scaling di Kubernetes?

Auto scaling adalah salah satu fitur unggulan Kubernetes. Fitur ini membantu kamu untuk menyesuaikan sumber daya yang diperlukan aplikasimu di dalam klaster Kubernetes.
Yang dimaksud sumber daya di sini seperti node dan pod. Saat aplikasi menerima traffic yang tinggi, auto scaling membantu menambahkan node dan pod supaya aplikasi tetap stabil. Sebaliknya, kalau traffic menurun, node dan pod akan dikurangi secara otomatis agar untuk menjaga efisiensi biaya.
Jenis Auto Scaling di Kubernetes
Kubernetes menyediakan 4 opsi auto scaling yang siap dimanfaatkan. Kamu bisa memilih salah satu dengan menyesuaikan metode mana yang paling cocok untuk aplikasimu.
4 metode auto scaling di Kubernetes yang dimaksud ada Virtual Pod Autoscaler (VPA), Horizontal Pod Autoscaler (HPA), Cluster Autoscaler, dan Karpenter. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:
1. Vertikal Pod Autoscaler
Vertikal Pod Autoscaler atau VPA adalah metode auto scaling di Kubernetes di tingkat pod di mana kamu bisa menambah sumber daya seperti CPU dan memori sebuah pod, tanpa mengurangi atau menambah jumlah pod.
VPA bekerja dengan menganalisa kebutuhan sumber daya aplikasi di dalam pod. VPA kemudian memberikan rekomendasi jumlah sumber daya yang diperlukan, atau secara otomatis menyesuaikannya agar aplikasi berjalan optimal.
Dengan VPA, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan aplikasi tanpa perlu menambahkan jumlah pod yang sebelumnya sudah ada.
2. Horizontal Pod Autoscaler
Sedangkan, Horizontal Pod Autoscaler atau HPA merupakan auto scaling tingkat pod yang bisa menambah atau mengurangi jumlah pod secara otomatis menyesuaikan kebutuhan aplikasimu. HPA bekerja dengan memantau penggunaan CPU, memori, atau metrik lainnya dalam pod.
Kalau sumber daya aplikasimu dirasa kurang, maka Kubernetes secara otomatis akan menambah jumlah pod. Sebaliknya, pod akan dikurangi jika kebutuhan akan sumber daya tersebut menurun.
Metode HPA lebih baik dalam mengatasi lonjakan traffic yang tiba-tiba dibandingkan VPA, karena VPA hanya dapat meningkatkan sumber daya pod dan bukan jumlah podnya.
3. Cluster Auto scaler
Selanjutnya ada Cluster Auto scaler. Fitur yang bekerja di ranah node ini secara otomatis menyesuaikan jumlah node dalam klaster berdasarkan kebutuhan sumber daya pod.
Jika ada pod yang tidak bisa berjalan karena node terlalu penuh, maka Cluster Auto scaler akan menambahkan node baru agar pod dapat berjalan. Sebaliknya, kalau node sudah tidak digunakan, sistem akan menghapusnya secara otomatis.
Dengan cara ini, Kubernetes memastikan ketersediaan sumber daya aplikasimu, agar berjalan lancar dan optimal.
4. Karpenter
Sama-sama bekerja di ranah node, Karpenter bersifat lebih fleksibel dan cepat dibanding cluster auto scaler. Tidak cuma menambah atau menghapus node, Karpenter bisa langsung memilih jenis, ukuran, dan jumlah node yang paling sesuai dengan aplikasimu.
Dengan cara ini, aplikasi bisa berjalan lebih optimal tanpa harus menggunakan node yang berlebihan. Waktu provisioning Karpenter juga lebih cepat dibandingkan Cluster Auto scaler. Hanya dalam beberapa detik, Karpenter bisa menambahkan node baru.
| Jenis Auto Scaling | Tingkat Kerja | Fungsi Utama | Keunggulan |
|---|---|---|---|
| Vertical Pod Autoscaler (VPA) | Pod | Menyesuaikan sumber daya (CPU/memori) dalam pod | Optimalisasi resource tanpa menambah jumlah pod |
| Horizontal Pod Autoscaler (HPA) | Pod | Menambah atau mengurangi jumlah pod berdasarkan metrik | Efektif untuk lonjakan traffic karena bisa scale-out/in dengan cepat |
| Cluster Autoscaler | Node | Menambah atau menghapus node berdasarkan kebutuhan pod | Menjaga ketersediaan resource saat pod butuh tempat jalan |
| Karpenter | Node | Menambah node dengan jenis, ukuran, dan jumlah paling sesuai kebutuhan | Lebih fleksibel dan cepat dibanding Cluster Autoscaler, cocok untuk workload yang dinamis |
Baca juga: Mitigates Traffic Surges Effortlessly
Auto Scaling di Kubernetes Mana yang Harus Digunakan?

Setelah memahami 4 metode auto scaling di Kubernetes, mungkin kamu mulai penasaran auto scaler mana yang harus digunakan.
Sebelum memilih auto scaling di Kubernetes ini, ada baiknya untuk disesuaikan dengan jenis workload dan kebutuhan sumber daya aplikasimu.
Kalau aplikasimu sering mengalami lonjakan traffic dan butuh lebih banyak pod untuk menangani permintaan, HPA adalah pilihan yang tepat. Tapi perlu kamu catat, HPA akan bekerja secara efektif ketika node masih punya kapasitas yang cukup untuk menampung pod tambahan.
Jika tantangan utamamu adalah alokasi sumber daya dalam pod itu sendiri, maka Vertical Pod Autoscaler (VPA) lebih cocok. VPA cocok untuk aplikasi dengan pola penggunaan yang stabil tetapi akan berubah seiring waktu, layaknya database atau layanan back-end.
Baik HPA ataupun VPA hanya bekerja di level pod. Jika jumlah pod kamu sudah maksimal dan tidak bisa berjalan karena semua node dalam cluster penuh, maka kamu memerlukan Cluster Auto scaler.
Alternatif lain ada Karpenter, metode auto scaling di Kubernetes yang lebih fleksibel dan cepat dibandingkan Cluster Auto scaler. Kalau kamu membutuhkan provisioning yang sangat cepat, Karpenter bisa jadi solusi tepat. Karpenter bisa menambah node yang paling sesuai dengan kebutuhan workload aplikasimu dalam hitungan detik.
Layanan Kubernetes CloudRaya
CloudRaya menyediakan layanan Kubernetes as a Service (KaaS) yang kami sebut dengan KubeRaya. Dengan KubeRaya kamu tidak perlu lagi membuat klaster Kubernetes dari 0, sehingga proses provisioning klaster menjadi 3 kali lebih cepat dibandingkan membangunnya secara manual.
Berada di infrastruktur CloudRaya, KubeRaya memastikan kamu memiliki ketersediaan dan aksesbilitas yang tinggi. Selain itu, KubeRaya juga bisa dengan mudah diintegrasikan dengan berbagai tools dari luar lingkungan CloudRaya, serta memiliki replikasi otomatis untuk menjaga resiliensi dari klaster Kubernetes kamu.
Baca juga: Deploy Kubernetes Manual vs Menggunakan KaaS
Kesimpulan
Auto scaling di Kubernetes membantu kamu memastikan performa aplikasi sekaligus efisiensi biaya dan sumber daya. Ada 4 metode auto scaling di Kubernetes; Horizontal Pod Autoscaler, Vertical Pod Autoscaler, Cluster Auto scaler, dan Karpenter. Untuk memilih metode mana yang digunakan, kamu perlu mempertimbangkannya dari sisi beban kerja dan kebutuhan aplikasi.
Kalau kamu tertarik menggunakan Kubernetes, KubeRaya bisa jadi opsi layanan Kubernetes as a Service. Dengan KubeRaya kamu bisa deploy aplikasi di dalam Kubernetes hanya dalam beberapa menit. Kamu juga bisa menskalakan dan mengintegrasikannya dengan teknologi di luar infrastruktur CloudRaya dengan mudah.
Mau tahu lebih banyak tentang KubeRaya? Pelajari selengkapnya, di sini.




