Mengulas Pengertian HTTP, Fungsi, Serta Cara Kerjanya

marketing

Posted: November 29, 2021

8 Menit Waktu Baca

HTTP adalah salah satu protokol yang digunakan dalam komunikasi data di internet. Temukan pengertian, fungsi, dan cara kerjanya secara detail di artikel ini.

Seiring berjalannya waktu, kecanggihan teknologi kian andal, tak terkecuali jaringan internet. Walaupun telah banyak orang berhasil memanfaatkan, namun tak jarang dari mereka belum mengetahui pengertian HTTP. Padahal, tanpa disadari ketika mengakses laman atau website, terdapat http di awal address bar.

Maka dari itu, untuk mengenal dan mengulas lebih dalam mengenai HTTP, mulai dari pengertian, fungsi hingga cara kerjanya. Simak penjelasan berikut

Pengertian HTTP

Apa pengertian http itu? HTTP atau singkatan dari Hypertext Transfer Protocol merupakan protokol jaringan lapisan aplikasi (application layer) berfungsi membantu proses transfer data / informasi antar komputer. Protokol ini mampu mentrasnfer data seperti dokumen, file, gambar, audio hingga video.

HTTP adalah

Protokol HTTP menyuguhkan beragam perintah dalam komunikasi antar jaringan, seperti antara web server dengan komputer client, atau sebaliknya. Komunikasi di dalamnya berisi permintaan akses alamat IP atau domain URL, kemudian web server mengelola permintaan sesuai kode yang diinput.

Komputer client menggunakan browser sebagai media permintaan ke web server, selanjutnya akan ditanggapi dan mengirimkan data atau dokumen ayang tersaji di dalam web server sesuai dengan request komputer client.

Selain membahas pengertian HTTP, ternyata terdapat protokol dengan fungsi serupa, seperti SMTP, FTP, IMAP atau POP3. Tetapi, HTTP paling disukai karena didesain hanya untuk mengelola HTML. Selain itu, HTTP lebih fleksibel dan terus dikembangkan dengan fitur terbaru.

Fungsi HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

Setelah memahami pengertian HTTP, selanjutnya memahami fungsi HTTP berikut ini:

1. Mengatur Format Perintah

Fungsi pertama, HTTP dapat digunakan mengatur format dan mentransmisikan data. Contohnya, ketika Anda memasukkan URL domain di browser, maka URL yang masuk menjadi sebuah perintah ke dalam web server untuk memberikan data atau informasi website yang dituju. Hasil perintah akan ditampilkan dalam bentuk website browser.

2. Mengamankan Data

Anda perlu mempelajari pengertian HTTPdari sekarang, sebab fungsinya dapat mengamankan data dari kejahatan cyber dan hacker. Kemunculan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) menambah sistem keamanan ganda pada data/ informasi user ketika ingin menjelajah laman.

Data yang masuk melalui HTTPS akan dienkripsi terlebih dulu, tujuannya menghalangi pihak ketiga (hacker) yang mencoba mencuri data ketika proses pertukaran pihak pertama dan kedua berlangsung. Tanpa enkripsi data, pihak ketiga dapat dengan mudah membaca informasi, seperti username, password, identitas pribadi, PIN, dan data sensitif lainnya.

3. Pertukaran Data antara Client dan Server

HTTP akan pengiriman data antara client (misalnya, browser) dan server di internet. Setiap kali Anda mengakses situs web, HTTP bertugas sebagai protokol komunikasi yang menghubungkan keduanya.

4. Mengirim Permintaan (Request)

Ketika Anda membuka sebuah halaman web, browser mengirimkan request ke server untuk mengunduh konten yang diminta. HTTP digunakan untuk mengirimkan permintaan ini dari client ke server.

5. Menerima Tanggapan (Response)

Setelah menerima request, server mengirimkan response kembali kepada browser, biasanya dalam bentuk halaman web atau konten lain seperti teks, gambar, atau video.

6.Mendukung Berbagai Jenis Konten

HTTP berguna untuk pengiriman beragam jenis konten melalui internet, termasuk HTML, teks, gambar, video, dan berbagai jenis file lainnya.

7. Pengiriman Data yang Cepat dan Efisien

HTTP dirancang untuk memfasilitasi pengiriman data secara cepat, memastikan informasi dapat diakses dan ditampilkan di browser dalam waktu singkat.

Cara Kerja HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

Berdasarkan pengertian HTTP dan fungsinya, Anda pun perlu mengetahui cara kerjanya agar semakin aman dan nyaman menjelajah internet, berikut rinciannya:

Aplikasi Website dan Browser

Aplikasi website merupakan perangkat lunak yang dapat diakses menggunakan media browser. Namun, apakah Anda telah memahami apa itu browser? betul, browser ialah aplikasi untuk akses data dan informasi di internet. Contoh browser yang sering digunakan, diantaranya Chrome, Firefoc, Safari, Internet Explorer.

Pada dasarnya, cara kerjanya cukup sederhana. Ketika pengguna mengakses website melalui browser, maka HTTP akan bertugas menghubungkan pengguna dengan WWW dan URL. Kemudian HTTP akan masuk menuju protokol menggunakan TCP/IP untuk menampilkan kembali data yang didapat. Barulah pengguna dapat melihat situs atau laman dengan isinya melalui browser. HTTP mentransmisikan daya sebagai berikut:

  • Komputer client membuat sambungan dan mngirim data ke web server.
  • HTTP server merespon permintaan.
  • Web server merespon permintaan dan mengirim kode status data.
  • Web server menutup sambungan ketika proses permintaan client selesai.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

Saat Anda mengunjungi situs web, mungkin Anda pernah melihat bahwa beberapa alamat web dimulai dengan HTTP dan yang lain dengan HTTPS.

Meskipun keduanya terlihat mirip, sebenarnya ada perbedaan penting di antara keduanya, terutama dalam hal keamanan. Berikut adalah perbedaan dari HTTP dan HTTPS

1. HTTP: Versi Dasar Tanpa Enkripsi

HTTP merupakan versi dasar yang tidak mengenkripsi data yang dikirimkan. Artinya, semua informasi yang ditransfer, seperti data login, teks, atau bahkan informasi kartu kredit, bisa dilihat oleh pihak ketiga jika ada yang menyadap koneksi tersebut.

Pada HTTP, data dikirimkan dalam bentuk teks biasa, yang berarti informasi dapat dengan mudah dicuri atau diubah oleh peretas. Ini menjadi masalah besar, terutama dalam transaksi online yang memerlukan keamanan ekstra.

Pengertian HTTP

2. HTTPS: Lebih Aman dengan SSL/TLS

HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah versi lebih aman dari HTTP karena menggunakan SSL/TLS untuk mengenkripsi data yang dikirimkan.

SSL (Secure Sockets Layer) atau TLS (Transport Layer Security) bertugas melindungi komunikasi antara browser dan server, sehingga data yang dikirim tidak bisa dibaca atau diubah oleh pihak yang tidak berwenang.

Dengan HTTPS, informasi yang Anda kirim, seperti data pribadi, login, atau transaksi pembayaran, terenkripsi dan lebih aman dari serangan siber, termasuk serangan man-in-the-middle, dimana peretas mencoba menyadap komunikasi antara Anda dan server.

3. Keamanan yang Lebih Baik untuk Transaksi Online

HTTPS memberikan perlindungan lebih baik, terutama untuk situs yang memerlukan transaksi online, seperti toko e-commerce, platform perbankan, dan situs dengan data sensitif lainnya.

Dengan HTTPS, data Anda terlindungi dari ancaman pencurian informasi selama proses transfer, membuatnya jauh lebih aman dibandingkan HTTP.

4. HTTPS Disukai Mesin Pencari

Selain lebih aman, HTTPS juga lebih disukai oleh mesin pencari seperti Google. Saat ini, Google memberikan peringkat lebih tinggi untuk situs web yang menggunakan HTTPS karena mereka mengutamakan keamanan pengguna.

Jadi, jika Anda memiliki situs web, menggunakan HTTPS dapat memberikan keuntungan pada SEO, membantu situs Anda muncul lebih tinggi di hasil pencarian.

Evolusi HTTP

Seiring perkembangan internet, kebutuhan akan protokol yang lebih cepat, efisien, dan aman tentu akan semakin meningkat.

HTTP (Hypertext Transfer Protocol), yang menjadi tulang punggung komunikasi di web sehingga para developer ingin mengembangkan menjadi lebih baik.

Dimulai dari HTTP/1.1 yang sudah bertahun-tahun digunakan, protokol ini telah berevolusi ke HTTP/2 dan yang terbaru adalah HTTP/3. Setiap versi memiliki peningkatan dalam kecepatan, efisiensi, dan keamanan. Berikut ini adalah perbedaanya

1. HTTP/1.1

HTTP/1.1 adalah versi protokol yang paling banyak digunakan dan telah menjadi standar sejak tahun 1999.

HTTP/1.1 dapat pengiriman konten web melalui koneksi TCP, di mana setiap kali browser meminta halaman web, sebuah koneksi dibuka dan konten dikirim secara berurutan.

Namun, HTTP/1.1 memiliki keterbatasan, terutama dalam hal kecepatan, karena setiap permintaan (request) harus diselesaikan satu per satu, yang menyebabkan latensi tinggi, apalagi ketika memuat halaman web yang kompleks dan memiliki banyak type seperti gambar, video, atau skrip.

2. HTTP/2

HTTP/2, yang dirilis pada tahun 2015, membawa sejumlah perbaikan besar jika dibandingkan HTTP/1.1. Salah satu fitur utama HTTP/2 adalah multiplexing.

Yaitu protokol ini dapat mengeksekusi beberapa permintaan melalui satu koneksi TCP secara bersamaan.

Fitur ini dapat mengurangi latensi jaringan, karena browser dapat meminta beberapa elemen halaman sekaligus, tanpa harus menunggu permintaan sebelumnya selesai.

Selain itu, HTTP/2 juga sudah tersedia kompresi header, yang dapat mengurangi ukuran data pada saat dikirimkan, sehingga mempercepat transfer data, dan menghemat bandwidth.

Dengan HTTP/2, konten web dapat dimuat lebih cepat, terutama untuk situs yang memiliki banyak elemen yang perlu diunduh.

beda http dan https

3. HTTP/3: Kecepatan dan Keamanan Lebih Tinggi dengan QUIC

HTTP/3 adalah versi terbaru dari protokol HTTP, dan ia membawa perubahan besar pada cara data dikirim. HTTP/3 menggunakan protokol QUIC, bukan lagi menggunakan TCP, sehingga memberikan peningkatan kecepatan. QUIC adalah pengiriman data lebih cepat dengan mengurangi waktu negosiasi koneksi dan tidak mudah kehilangan paket data.

Keunggulan lain dari HTTP/3 adalah pengiriman data yang tidak bergantung pada urutan datang dan tiba seperti di HTTP/1.1 dan HTTP/2.

Jika satu elemen halaman mengalami keterlambatan dalam pengiriman, elemen lainnya tetap dapat diunduh, sehingga waktu memuat halaman website lebih singkat.

Dengan menggunakan HTTP/3, pengguna internet dapat menikmati koneksi yang lebih cepat dan stabil, meskipun memiliki koneksi internet yang tidak stabil, seperti jaringan seluler.

Pentingnya Transisi ke HTTP/2 dan HTTP/3

Peralihan dari HTTP/1.1 ke HTTP/2 dan HTTP/3 sangat penting untuk meningkatkan performa website. HTTP/2 sudah menjadi standar yang diadopsi oleh banyak situs besar karena dapat mempercepat pengiriman konten dengan fitur multiplexing dan kompresi yang lebih baik.

Sementara itu, HTTP/3 dengan QUIC dipandang sebagai masa depan protokol web, karena kecepatan yang lebih tinggi dan waktu koneksi yang lebih singkat. Transisi ke HTTP/3 akan semakin diperlukan, terutama bagi situs yang mengandalkan kinerja cepat dan pengalaman pengguna yang lebih baik.


Sekarang Anda sudah tahu pengertian, fungsi, serta cara kerja HTTP. Temukan artikel-artikel seputar teknologi lainnya di blog Cloud Raya, atau langsung saja sign up ke Cloud Raya untuk membangun VM Anda sendiri dan mulai bisnis digital Anda.

marketing

Subscriber

Siap Memulai di CloudRaya?

Kelola cloud dengan mudah. Gabung dengan CloudRaya untuk solusi cloud yang andal dan performa yang tangguh. Tingkatkan pengalaman cloudmu hari ini!

bg-footer
cloudraya-logo-1x

US Headquarter

12201 Tukwila International Blvd #100,
Tukwila, Washington 98168
United States of America

APAC Headquarter

Menara BCA 50th Floor Unit 4546
Jl. MH Thamrin No.1
Jakarta Pusat, 10310
Indonesia

logo-anab

Dapatkan Informasi dan Update Terkini

    payment-method
    Kebijakan Situs | Kebijakan Privasi | Pengaturan Cookie

    © 2026 CloudRaya dan afiliasinya. Hak cipta dilindungi undang-undang.

    Secret Link