{"id":26100,"date":"2021-11-21T16:41:14","date_gmt":"2021-11-21T09:41:14","guid":{"rendered":"https:\/\/cloudraya.com\/blog\/?p=597"},"modified":"2025-05-19T14:23:33","modified_gmt":"2025-05-19T07:23:33","slug":"pelajari-pengertian-docker-fungsi-dan-cara-kerjanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/blog\/pelajari-pengertian-docker-fungsi-dan-cara-kerjanya\/","title":{"rendered":"Pelajari Pengertian Docker, Fungsi dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Penggunan <em>software<\/em> dalam pengoperasian perangkat keras sangatlah berperan penting. Berbagai riset dan penelitian silih berganti untuk mengembangkan aplikasi guna optimalisasi pekerjaan. <strong>Pengertian Docker<\/strong> sempat mencuri perhatian karena menjadi solusi pemrogaman <em>file virtual<\/em>.\u00a0 \u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pada awalnya, Docker dikembangkan oleh Solomon Hykes sebagai <em>project<\/em> internal di dotCloud bersama dengan Andrea Luzzardi dan Francois-Xavier Bourlet dari perusahaan PaaS (<em>Platform as a Service<\/em>). Arsitektur berbasis <em>client-server<\/em> difungsikan membangun, mendistribusikan dan menjalankan <em>countainer<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"pengertian-docker\"><strong>Pengertian Docker<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Docker sendiri ialah <em>project open source<\/em> yang menyediakan <em>platform<\/em> terbuka bagi administrator admin maupun <em>developer<\/em>. <strong>Pengertian Docker<\/strong> sendiri merupakan aplikasi menggabungkan berbagai <em>file software<\/em> dan pendukung ke dalam suatu wadah (<em>container<\/em>) untuk mempermudah proses pengembangan <em>software<\/em> itu sendiri.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pada dasarnya, istilah <em>container<\/em> dalam pengembangan aplikasi dimaksudkan agar dapat berjalan di berbagai <em>platform<\/em> dengan konfigurasi perangkat keras yang berbeda-beda. <em>Container<\/em> digunakan sebagai alternatif virtualisasi data, sehingga Anda tidak perlu menyiapkan sistem operasi utuh, karena ukuran file dapat diubah menjadi lebih kecil dan ringkas.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"fungsi-docker\"><strong>Fungsi Docker<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Setelah memahami <strong>pengertian Docker<\/strong>. Lantas, apa saja fungsi Docker dalam pengembangan suatu aplikasi? Berikut fungsi secara ringkasnya:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"1-konfigurasi-sederhana\">1. Konfigurasi Sederhana<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tidak memiliki <em>overhead<\/em>, membuat Docker dapat menjalankan aplikasi yang diuji bahkan tanpa konfigurasi tambahan. Tentu saja hal ini akan semakin menghemat waktu developer dalam pengembangan suatu perangkat lunak.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"2-pengembangan-aplikasi-mudah\">2. Pengembangan Aplikasi Mudah\u00a0<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Docker membantu permudah pengembangan aplikasi dan mempermudah pekerjaan <em>developer<\/em>. Mengapa? Sebab, Docker lebih hemat <em>resource<\/em>, menyediakan <em>environment<\/em> stabil di perangkat appaun, seperto <em>cloud server<\/em> hingga PC.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"3-debugging\">3. Debugging<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Fitur debug membantu <em>developer<\/em> mengatasi masalah pada aplikasi lebih mudah tanpa susah payah meninggalkan <em>environment<\/em> di Docker. Sehingga, kejadian sistem informasi bug atau kesalahan sistem menyebabkan terjadinya error akan semakin teratasi jika Anda memahami <strong>pengertian Docker <\/strong>mendalam<strong>.<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"4-multitenancy\">4. <em>Multitenancy<\/em><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Docker sangat tepat digunakan dalam membuat aplikasi berstruktur <em>multitenance<\/em>, layaknya SaaS (<em>Software as a Service<\/em>). Karena itu, membuat lebih dari satu <em>environment<\/em> dan menjalankan objek aplikasi setiap <em>tenant<\/em> menjadi lebih mudah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"5-sumber-daya-cepat\">5. Sumber Daya Cepat<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Lewat <strong>pengertian Docker<\/strong>, peningkatan sumber daya pada perangkat dilakukan lebih cepat, sehingga berdampak pada durasi pengembangakn aplikasi yang lebih singkat. Karenanya, para developer pun semakin efisien mengolah data virtual.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"6-kode-pipeline-mudah\">6. Kode Pipeline Mudah<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kode pipeline merupakan cara yang digunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan bersamaan dalam tahap berbeda dan dialirkan secara kontinu. Karena itu, <em>Developer<\/em> dapat memanfaatkan <em>container<\/em> pada Docker sebagai tempat pengujian kode pipeline, serta tools pendukung lebih mudah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"7-konsolidasi-server\">7. Konsolidasi Server<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kemampuan dalam menggabungkan banyak server, membuat Docker dapat memberikan konsolidasi server lebih padat dibandingkan<em> virtual machine.<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;wp-block-heading&quot; id=\"cara-kerja-sistem-docker\">Cara Kerja Sistem Docker<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pertama, docker client akan menerima perintah user seperti <em>pull, build<\/em>, atau <em>run<\/em>. Kemudian Docker client terhubung dengan Docker daemon (proses pengolahan <em>images, network<\/em> dan <em>volume storage<\/em>) yang terdapat pada Docker host.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selanjutnya, Docker daemon berhasil menerima perintah yang diberikan client dan bersiap menjalankan perintah sesuai <em>request<\/em> atau permintaan. Beberapa perintah Docker diantaranya sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li><strong>Build<\/strong>: membangun file image dan container.<\/li>\r\n<li><strong>Pull<\/strong>: mengunduh atau menarik gambar daro registry.<\/li>\r\n<li><strong>Run<\/strong>: menjalankan seluruh proses dalam container.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dengan belajar <strong>pengertian Docker<\/strong>, para <em>developer<\/em> mendapatkan solusi ketika ingin mengumpulkan banyak file atau data yang dibutuhkan dalam suatu aplikasi. Pemindahan file pun dilakukan lebih mudah tanpa mengubah konfigurasi maupun aturan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Cari tahu lebih informasi mengenai teknologi di <strong>blog<\/strong> kami, atau coba <strong>sign up<\/strong> ke Cloud Raya sekarang untuk mengetahui dan mencoba-fitur-fiturnya.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunan software dalam pengoperasian perangkat keras sangatlah berperan penting. Berbagai riset dan penelitian silih berganti untuk mengembangkan aplikasi guna optimalisasi pekerjaan. Pengertian Docker sempat mencuri perhatian karena menjadi solusi pemrogaman file virtual.\u00a0 \u00a0 Pada awalnya, Docker dikembangkan oleh Solomon Hykes sebagai project internal di dotCloud bersama dengan Andrea Luzzardi dan Francois-Xavier Bourlet dari perusahaan PaaS [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":27248,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[143],"tags":[],"class_list":["post-26100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cloud-insight-id","post-wrapper"],"acf":{"reading_time":"","featured_article":false},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26100\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}