{"id":10689,"date":"2023-06-08T10:37:42","date_gmt":"2023-06-08T03:37:42","guid":{"rendered":"https:\/\/cloudraya.com\/blog\/?p=1289"},"modified":"2025-09-17T12:05:14","modified_gmt":"2025-09-17T05:05:14","slug":"definisi-lengkap-disaster-recovery-manfaat-dan-cara-kerjanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/blog\/definisi-lengkap-disaster-recovery-manfaat-dan-cara-kerjanya\/","title":{"rendered":"Definisi Lengkap Disaster Recovery, Manfaat dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Bagi para pebisnis, mungkin berpikir bahwa <em>Disaster Recovery<\/em> tidak atau belum dibutuhkan. Hal tersebut karena bagi sebagian pebisnis merasa tidak ada potensi risiko berbahaya bagi bisnis. Padahal perencanaan <em>Disaster Recovery<\/em> sangat penting untuk diterapkan selama bencana belum muncul.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Di zaman sekarang, <em>Disaster Recovery<\/em> menjadi bagian yang sangat penting bagi bisnis. Hal itu karena sistem teknologi informasi dapat tiba-tiba mati karena suatu keadaan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"pengertian-disaster-recovery\">Pengertian <em>Disaster Recovery<\/em><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Disaster Recovery<\/em> adalah konsep di mana Anda mengantisipasi dan mengatasi bencana yang mempengaruhi teknologi. Bencana yang dimaksud tidak hanya bencana alam, seperti gempa bumi, longsor, dan banjir, tetapi juga bencana seperti serangan siber, pemadaman listrik, kegagalan perangkat keras\/perangkat lunak, kesalahan manusia, atau bahkan pandemi. Jika bencana semacam ini terjadi, maka kelangsungan bisnis Anda dapat terancam.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ancaman terhadap kelangsungan bisnis ini disebabkan oleh dampak yang dihasilkan dari bencana tersebut. Dampak dari bencana ini mulai dari terjadinya waktu henti, terhentinya operasi dan layanan bisnis, hingga kehilangan data.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Gangguan-gangguan yang dimaksud kemudian akan berdampak pada hal-hal lain, seperti penurunan pendapatan, kerusakan merek, dan ketidakpuasan pelanggan. Semakin lama waktu pemulihan, semakin besar pula kerugian yang akan dihadapi oleh bisnis Anda. Oleh karena itu, berbagai metode <em>Disaster Recovery<\/em> dapat digunakan untuk menjadi bagian dari rencana <em>Disaster Recovery Plan<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"pengertian-disaster-recovery-plan\">Pengertian <em>Disaster Recovery Plan<\/em><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Disaster Recovery Plan<\/em> adalah suatu perencanaan bisnis untuk mengatasi bencana yang terjadi pada sistem informasi. Rencana ini berfungsi sebagai respon bisnis dalam menghadapi bencana yang tidak terduga.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Disaster Recovery Plan<\/em> berisi pendekatan untuk meminimalkan dampak negatif dari suatu bencana dan memungkinkan Anda untuk mempertahankan atau melanjutkan operasi utama dengan cepat. Terdapat banyak pilihan <em>Disaster Recovery Plan<\/em> yang dapat dilakukan oleh bisnis.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Proses untuk menemukan <em>Disaster Recovery Plan<\/em> yang paling cocok bisa jadi sangat melelahkan karena setiap bisnis memiliki keunikan masing-masing. Hal ini membuat pemilihan <em>Disaster Recovery Plan<\/em> yang tepat menjadi sangat penting bagi bisnis untuk memahami semua pilihan yang tersedia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"mengapa-disaster-recovery-center-itu-penting\">Mengapa <em>Disaster Recovery Center<\/em> itu Penting?<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Data bisnis merupakan aset yang sangat berharga, sehingga harus dilindungi agar tidak hilang begitu saja. Untuk melakukannya, sebuah bisnis memerlukan <em>Disaster Recovery Center<\/em> untuk mengamankan datanya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Disaster Recovery Center<\/em> berfungsi sebagai tempat untuk menyelamatkan dan menyalin data yang tersimpan di <em>Data Center<\/em>. Jika <em>Data Center<\/em> digunakan sebagai lokasi server utama, <em>Disaster Recovery Center<\/em> digunakan sebagai lokasi server alternatif yang dapat digunakan ketika server utama mengalami downtime atau bencana. Oleh karena itu, <em>Disaster Recovery Center<\/em> menjadi sangat penting bagi bisnis dalam melakukan <em>Disaster Recovery Plan<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-30770 size-full lazyload\" data-src=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"626\" data-srcset=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3.jpg 626w, https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3-300x300.jpg 300w, https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3-150x150.jpg 150w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 626px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 626\/626;\" data-original-sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><noscript><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-30770 size-full\" src=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"626\" srcset=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3.jpg 626w, https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3-300x300.jpg 300w, https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/1-3-150x150.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><\/noscript>\r\n<figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber foto: https:\/\/www.freepik.com\/<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"istilah-istilah-penting-pada-disaster-recovery\">Istilah-Istilah Penting pada <em>Disaster Recovery<\/em><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Untuk membuat keputusan strategis dan mengevaluasi rencana <em>Disaster Recovery<\/em>, penting untuk memahami istilah-istilah penting pada <em>Disaster Recovery<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"1-recovery-time-objective-rto\">1.\u00a0\u00a0\u00a0 <em>Recovery Time Objective<\/em> (RTO)<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>RTO adalah singkatan dari <em>Recovery Time Objective<\/em>, yaitu waktu yang diharapkan untuk memulihkan sistem setelah terjadi kegagalan sistem. RTO mengungkapkan seberapa cepat sistem harus dipulihkan setelah kegagalan terjadi. Semakin kecil RTO, semakin cepat sistem harus dipulihkan setelah terjadi kegagalan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencapai RTO.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>RTO bervariasi tergantung pada jenis perusahaan. Misalnya, jika RTO Anda adalah satu jam, maka itu berarti sistem harus dipulihkan dalam waktu satu jam setelah terjadi kegagalan. Jika sistem tidak dapat dipulihkan dalam satu jam, maka sistem tidak memenuhi RTO.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"2-recovery-point-objective-rpo\">2.\u00a0\u00a0\u00a0 <em>Recovery Point Objective<\/em> (RPO)<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>RPO (<em>Recovery Point Objective<\/em>) adalah jumlah data yang dapat diterima hilang setelah kejadian yang tidak terduga, seperti kegagalan sistem atau bencana. RPO menunjukkan seberapa sering data harus di sinkronisasi dan disimpan agar dapat dipulihkan setelah kegagalan sistem. Semakin kecil RPO, semakin sedikit data yang dapat hilang sebelum sistem tidak dapat dipulihkan. Sebagai contoh, jika RPO Anda adalah satu jam, maka setiap data yang hilang setelah satu jam terakhir harus dipulihkan untuk memenuhi persyaratan RPO.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"3-failover\">3.\u00a0\u00a0\u00a0 Failover<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Failover<\/em> adalah proses pemulihan bencana yang otomatis dan mulus dengan memindahkan tugas ke sistem cadangan yang andal. Saat terjadi kegagalan pada pusat data primer, Anda dapat beralih ke situs sekunder yang telah siap untuk mengambil alih. Tujuan utama dari <em>failover<\/em> adalah untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi dampak pada pengguna ketika terjadi kegagalan sistem.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"4-restore\">4.\u00a0\u00a0\u00a0 Restore<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Proses pemulihan data cadangan ke sistem utama atau pusat data yang dimiliki. Biasanya, proses pemulihan dianggap sebagai bagian dari proses <em>backup<\/em>, bukan <em>Disaster Recovery<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"5-disaster-recovery-as-a-service-draas\">5.\u00a0\u00a0\u00a0 <em>Disaster Recovery as a Service<\/em> (DRaaS)<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>DRaaS (<em>Disaster Recovery as a Service<\/em>) adalah solusi pemulihan bencana berbasis <em>cloud<\/em> yang memungkinkan perusahaan untuk mencadangkan data dan infrastruktur teknologi informasi di pusat data yang diawasi dan dikelola oleh pihak ketiga. Dengan DRaaS, saat terjadi bencana, perusahaan dapat memulihkan sistem dengan cepat, memastikan data terlindungi, meminimalkan <em>downtime<\/em>, dan mengembalikan akses ke infrastruktur teknologi informasi pengguna.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Meskipun DRaaS sering berbasis <em>cloud<\/em>, namun tidak selalu sepenuhnya berbasis <em>cloud<\/em>. Beberapa penyedia DRaaS menawarkan solusi mereka sebagai layanan situs-ke-situs, di mana mereka meng-<em>host<\/em> dan mengoperasikan situs cadangan. Selain itu, penyedia juga dapat membangun kembali <em>server<\/em> dan mengirimkannya ke situs organisasi sebagai pengganti <em>server<\/em> yang rusak.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>DRaaS berbasis <em>cloud<\/em> memungkinkan pengguna untuk melakukan <em>failover<\/em> aplikasi dengan cepat, menjadwalkan <em>failback<\/em> untuk membangun kembali <em>server<\/em>, dan menyambungkan kembali pengguna melalui VPN atau Protokol Desktop Jarak Jauh. Dengan solusi DRaaS, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka memiliki solusi pemulihan bencana yang andal dan dapat diandalkan, tanpa harus mengelola infrastruktur pemulihan bencana mereka sendiri.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"disaster-recovery-on-cloud\"><em>Disaster Recovery on Cloud<\/em><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ketika menggunakan pendekatan berbasis <em>cloud<\/em>, Anda dapat mengurangi biaya dengan menggunakan pusat data penyedia <em>cloud<\/em> sebagai situs pemulihan, daripada menghabiskan lebih banyak untuk fasilitas, personel, dan sistem pusat data internal perusahaan Anda. Selain itu, pengguna juga mendapatkan manfaat dari persaingan antara penyedia <em>cloud<\/em> karena mereka terus berusaha untuk menjadi yang terbaik di pasar.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika Anda memiliki pemulihan bencana, Anda dapat menjalankan berbagai kemungkinan skenario yang mungkin terjadi, sehingga Anda dapat melihat langsung bagaimana proses pemulihan bencana berjalan. Dengan pemulihan bencana di <em>cloud<\/em>, Anda memiliki kendali penuh atas data dan aplikasi Anda. Anda dapat memutuskan data apa yang akan disimpan, dipulihkan, dan kapan menerapkan rencana kontinuitas bisnis untuk penyebaran yang lebih cepat dan keamanan yang lebih baik untuk menjaga keamanan data perusahaan Anda.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-30768 size-full lazyload\" data-src=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"417\" data-srcset=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1.jpg 626w, https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1-300x200.jpg 300w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 626px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 626\/417;\" data-original-sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><noscript><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-30768 size-full\" src=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1.jpg 626w, https:\/\/cloudraya.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/2-1-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><\/noscript>\r\n<figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber foto: https:\/\/www.freepik.com\/<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"cara-kerja-disaster-recovery-on-cloud\">Cara Kerja <em>Disaster Recovery on Cloud<\/em><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berikut adalah cara umum yang dilakukan dalam <em>Disaster Recovery on Cloud<\/em>:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"1-penentuan-kebutuhan-bisnis\"><strong>1.\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><strong>Penentuan Kebutuhan Bisnis<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Langkah pertama dalam <em>Disaster Recovery on Cloud<\/em> adalah menentukan kebutuhan bisnis untuk pemulihan bencana. Hal ini mencakup waktu pemulihan yang diinginkan, jangka waktu pemulihan, dan jenis data yang perlu dipulihkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"2-identifikasi-aset-penting\">2.\u00a0\u00a0\u00a0 Identifikasi Aset Penting<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Identifikasi aset penting yang perlu dipulihkan dalam pemulihan bencana. Hal ini termasuk sistem aplikasi, data, dan infrastruktur yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"3-pemilihan-layanan-cloud\">3.\u00a0\u00a0\u00a0 Pemilihan Layanan <em>Cloud<\/em><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pilih layanan <em>cloud<\/em> yang sesuai untuk pemulihan bencana. Layanan <em>cloud<\/em> yang digunakan harus dapat memenuhi kebutuhan bisnis untuk pemulihan bencana. Misalnya, layanan <em>cloud<\/em> harus dapat menyediakan kapasitas yang cukup untuk sistem dan data yang perlu dipulihkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"4-konfigurasi-lingkungan-disaster-recovery\">4.\u00a0\u00a0\u00a0 Konfigurasi Lingkungan <em>Disaster Recovery<\/em><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Konfigurasikan lingkungan <em>Disaster Recovery <\/em>untuk memastikan bahwa lingkungan <em>cloud<\/em> dapat digunakan untuk pemulihan bencana. Hal ini mencakup konfigurasi jaringan, penyimpanan, dan keamanan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"5-replikasi-data\">5.\u00a0\u00a0\u00a0 Replikasi Data<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Melakukan replikasi data dari lingkungan produksi ke lingkungan <em>Disaster Recovery<\/em>. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat replikasi data atau layanan <em>cloud<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"6-uji-coba-pemulihan-bencana\">6.\u00a0\u00a0\u00a0 Uji Coba Pemulihan Bencana<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Melakukan uji coba pemulihan bencana untuk memastikan bahwa lingkungan <em>Disaster Recovery <\/em>dapat digunakan untuk memulihkan sistem dan data yang terkena dampak bencana.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"7-pemulihan-bencana\">7.\u00a0\u00a0\u00a0 Pemulihan Bencana<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika terjadi bencana, maka pemulihan bencana dapat dilakukan dengan menggunakan lingkungan <em>Disaster Recovery <\/em>yang telah dikonfigurasi sebelumnya. Hal ini memungkinkan sistem dan data yang terkena dampak bencana dapat dipulihkan dengan cepat dan efisien.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"8-pemantauan-dan-pemeliharaan\">8.\u00a0\u00a0\u00a0 Pemantauan dan Pemeliharaan<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Setelah pemulihan bencana dilakukan, lingkungan <em>Disaster Recovery <\/em>harus dipantau dan dipelihara secara teratur untuk memastikan bahwa lingkungan <em>Disaster Recovery <\/em>siap digunakan jika terjadi bencana di masa depan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=&quot;has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading&quot; id=\"kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pada dasarnya, <em>Disaster Recovery<\/em> melibatkan proses perencanaan, pengujian, dan implementasi untuk memastikan bahwa suatu organisasi dapat menghadapi bencana dan memulihkan operasinya sesegera mungkin. Perencanaan <em>Disaster Recovery<\/em> meliputi identifikasi aset penting, pemilihan layanan <em>cloud<\/em> yang sesuai, konfigurasi lingkungan <em>Disaster Recovery<\/em>, dan replikasi data. Sementara pengujian <em>Disaster<\/em> <em>Recovery<\/em> dilakukan untuk memastikan bahwa lingkungan <em>Disaster Recovery<\/em> dapat digunakan untuk pemulihan bencana, sedangkan implementasi <em>Disaster Recovery<\/em> dilakukan saat terjadi bencana untuk memulihkan sistem dan data.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ketika organisasi memahami dan menerapkan konsep <em>Disaster Recovery<\/em> dengan benar, maka organisasi dapat meminimalkan dampak bencana pada operasi bisnisnya, mengurangi waktu pemulihan, dan menghindari kehilangan data yang penting. Oleh karena itu, perencanaan dan implementasi <em>Disaster Recovery<\/em> harus menjadi prioritas bagi organisasi yang ingin memastikan kelangsungan bisnisnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dapatkan informasi seputar teknologi lainnya di <strong>blog Cloud Raya.<\/strong> Atau Anda juga bisa menyimak artikel dan video tutorial di halaman <strong>Knowledge Base<\/strong> dan <strong>Channel Cloud Raya.<\/strong><\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi para pebisnis, mungkin berpikir bahwa Disaster Recovery tidak atau belum dibutuhkan. Hal tersebut karena bagi sebagian pebisnis merasa tidak ada potensi risiko berbahaya bagi bisnis. Padahal perencanaan Disaster Recovery sangat penting untuk diterapkan selama bencana belum muncul. Di zaman sekarang, Disaster Recovery menjadi bagian yang sangat penting bagi bisnis. Hal itu karena sistem teknologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":27470,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[145],"tags":[],"class_list":["post-10689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-security-id","post-wrapper"],"acf":{"reading_time":"","featured_article":false},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10689"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10689\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31632,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10689\/revisions\/31632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27470"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cloudraya.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}