ARTICLE



10 Contoh CSS Framework Yang Sering Digunakan untuk Website

20 August 2020 by Marketing Cloudraya

Dalam membuat sebuah website, dibutuhkan ‘kerjasama’ yang baik dari HTML, CSS, dan JavaScript. HTML merupakan kerangka karangan dari sebuah website, CSS digunakan untuk memperindah tampilan halaman website serta membuatnya menarik (User Interface / UI), sedangkan JavaScript berfungsi membuat halaman website menjadi lebih interaktif (User Experience / UX). Pada artikel ini, akan dibahas mengenai CSS Framework. 

CSS berbentuk formula codingan untuk menampilkan website yang sesuai dengan desain yang diinginkan. Disinilah CSS Framework hadir untuk menyederhanakan atau memudahkan proses codingan para developer web pada pembuatan website. CSS Framework sendiri merupakan kumpulan kode CSS yang dapat digunakan untuk mengembangkan website. 

CSS Framework adalah hasil formula codingan website yang telah siap digunakan. Sehingga programmer tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuat formula CSS website baru dari awal. Membuat website jadi lebih mudah, cepat, indah, menarik, dan efisien. Semua jenis website dapat menggunakan CSS Framework baik untuk website pribadi maupun website-website komersial. 

CSS Framework ini bermacam-macam dan sangat up to date mengikuti perkembangan trend di dunia website. Berikut ini merupakan referensi beberapa pilihan CSS Framework untuk website Anda.

Contoh CSS Framework yang Cukup Populer untuk Website 

  1. Bootstrap
    Bootstrap merupakan salah satu CSS terpopuler di kalangan programmer. Bootstrap adalah public open source gratis yang diperkenalkan oleh Twitter. Dan tentunya, Twitter sendiri juga menggunakan Bootstrap ini untuk CSS Framework mereka. Dengan menggunakan Bootstrap, Anda dapat mendesain website dengan lebih cepat, mudah, dan rapi. Bootstrap juga dilengkapi dengan kelebihan Anda bisa mendownload source code framework Bootstrap. Beberapa fitur lain yang dimiliki Bootstrap antara lain adalah fitur button dan typography, fluid container, responsiveness, form, grid system, JavaScript Toolkit (tooltip, dropdown menu, modal, dll), serta layout tampilan website.
     
  2. Foundation
    Foundation merupakan CSS framework dari ZURB yang diciptakan pada tahun 2011. Foundation mengklaim bahwa framework ini ditujukan untuk kalangan profesional. Dimana biasanya dibutuhkan untuk pengkodingan HTML email yang membutuhkan tampilan menarik. Foundation juga memiliki hampir semua fitur yang diperlukan sebuah framework, antara lain mudah dibaca, dapat disesuaikan, mobile-first, aksesibilitas yang tinggi, desain yang responsif dan lebih cepat, sehingga mudah untuk merancang situs web dan aplikasi ketika diakses dari perangkat apa saja. 

  3. Bulma
    Bulma merupakan open source CSS framework berbasis Flexbox yang sangat modern dan telah digunakan oleh lebih dari 200.000 developers. Hampir sama dengan kebanyakan framework, Bulma memiliki keunggulan framework yang responsif, . Keunggulan lainnya, Bulma sangat membantu memudahkan berbagai hal, karena Bulma memiliki kelengkapan yang sudah tersedia dan siap untuk digunakan. Bulma memiliki kelebihan layout yang kreatif dan variatif pada setiap halaman website, memiliki grid system yang sederhana, sangat mudah dipelajari, sangat cepat jika ingin dikustomisasi, full screen vertical centering,  tidak memerlukan JavaScript, serta memiliki komunitas pengguna yang cukup besar.

  4. Semantic-UI
    Jika Anda ingin membuat desain web yang cantik dengan cepat, maka Semantic-UI adalah jawabannya. Dengan HTML yang human-friendly, Semantic-UI memiliki kelebihan-kelebihan lain seperti HTML yang ringkas, JavaScript yang intuitif, debugging yang sederhana, memiliki variabel tema yang tinggi sehingga memudahkan Anda membuat variasi desain web secara lengkap. Semantic-UI memiliki koleksi, tampilan, dan modul yang mencakup keseluruhan interface design. Semantic-UI juga dirancang sangat responsif, sehingga variasi elemen-elemen yang dibangun dapat disesuaikan dengan fleksibel oleh penggunaan tablet dan seluler.

  5. UIKit
    UIKit merupakan framework yang ringan dan modular untuk membuat interface web yang cepat dan kuat. Jika Anda menginginkan sebuah interface web yang mengusung tema minimalis, maka framework ini cocok digunakan. UIKit diciptakan oleh YOOtheme pada tahun 2013. Walaupun terkesan minimalis, tapi UIKit juga memiliki hampir seluruh fitur-fitur yang dibutuhkan oleh sebuah framework. UIKit mendukung sistem pengkodingan yang cepat namun tetap dapat membuat tampilan website lebih menarik dan minimalis.

  6. Blueprint
    Blueprint merupakan open source framework yang dikembangkan oleh Palantir. Blueprint merupakan toolkit UI yang berbasis-React untuk website. Blueprint mengoptimalkan membangun interface web yang padat data untuk aplikasi desktop yang berjalan melalui browser. Blueprint bukan merupakan toolkit UI mobile-first.

  7. Skeleton
    Skeleton sangat cocok digunakan untuk proyek web dengan skala kecil, atau tidak memerlukan semua utilitas framework yang besar. CSS Skeleton sangat cocok digunakan bagi pengguna yang lebih gemar mengakses web dari perangkat smartphone. Skeleton memiliki beberapa elemen HTML standar namun telah memuat fitur-fitur yang lebih dari cukup untuk memulai sebuah website. Skeleton memiliki kemampuan responsif yang sangat baik, sehingga sangat baik diakses melalui mobile phone, terutama Android smartphone.

  8. Pure CSS
    Framework Pure CSS sangat cocok digunakan bagi developer yang masih pemula dalam mempelajari CSS. Pure CSS sangat mudah dioperasikan serta Anda dapat memilih jenis Pure CSS yang ingin dipelajari. Modul dalam Pure CSS sangat kecil dan dikemas dalam format file Gzip yang minim namun efisien, bahkan Anda dapat menghemat hingga beberapa byte jika dibandingkan dengan framework yang lain. Pure CSS memiliki keunggulan tampilan yang menarik, grid yang responsif, serta cocok digunakan untuk berbagai browser. Anda dapat menyesuaikan pengaturan framework Pure CSS dengan proyek yang sedang Anda jalankan.

  9. Materialize
    Materialize membuat desain web menjadi semakin menarik. Dengan banyaknya fitur yang disediakan, akan memudahkan developer untuk membuat website yang responsif namun menarik. Selain itu, dengan fitur-fitur ini, CSS framework Materialize mampu mempertahankan performa website dengan baik. Materialize sangat modern, dan didesain dengan sangat spesifik sehingga dapat digunakan untuk memudahkan berbagai keperluan pekerjaan. Materialize mengusung pengembangan website yang cepat, sangat berfokus pada user experience, serta mudah dikerjakan. 

  10. Gumby
    Gumby adalah salah satu CSS Framework yang mudah untuk digunakan. Selain itu, Gumby cukup menarik karena memiliki ciri khas desain dengan dokumentasi online. Secara garis besar, Gumby memiliki fitur-fitur yang hampir sama dengan Bootstrap, yaitu memiliki UI. Selain itu, Gumby juga didukung oleh SASS, memiliki tata letak halaman yang cepat dan logis, serta memiliki prototipe aplikasi dengan sistem grid yang fleksibel dan responsif. Namun sayangnya, saat ini Digital Surgeons telah memutuskan pensiun dari Gumby Framework, namun jangan ragu untuk terus menggunakan framework ini walaupun pengembangannya telah berhenti.

Dalam membangun sebuah website, diperlukan cloud hosting yang mampu mendukung dan mengoptimalkan segala kebutuhan masing-masing website yang tentunya berbeda satu sama lain. Cloud Raya menyediakan layanan cloud hosting yang dilengkapi dengan load balancer, cloud security, serta dukungan layanan managed service oleh tim IT profesional selama 24/7 penuh. Konsultasikan kebutuhan Anda dan hubungi kami. Buka website www.cloudraya.com dan dapatkan informasi dan penjelasan lebih lengkap mengenai layanan Cloud Raya. 

Ready to Make Something Big?

Deploy in Cloud Raya